Mungkin jalanmu mendaki,
bertabur duri kejam.
Tak ada sinar mentari,
terlindung kabut kelam.
Tetapi di balik awan
surya bercah’ya cerlang.
Tuhanmu yang setiawan
’nunggu* di surga cerlang.
Pahit getir ‘kan kaujumpa
dalam tugasmu berat.
Namun Tuhanmu tak lupa
pegangkan dikau erat.