KK 692
SIANG, MALAM, MUSIM, TAHUN
do=g 4/4 MM ± 88
1
Siang, malam, musim, tahun,gilir ganti melenyap;
bayang-banyangnya berlalu tiada satu yang tetap.
Hidup kita menjalani jangka waktu dunia;
tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.
2
Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya;
kita pun menuju makam bagai makhluk yang fana.
Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;
tanpa rahmat yang Ilahi, apakah manusia?
3
Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptan-Nya:
dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,
tapi hidup selama-Nya dalam Dia yang menang.
4
Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia,
pengasihan-Mu, ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya!
Di segala perubahan, dalam duka apapun,
dalam Kristus aku aman: ‘Kau menjadi Bapaku!
5
Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap.
Bapa dalam kematian, pun di kubur yang senyap,
setia-Mu tak berubah, kasih-Mu tetap teguh:
Bapa kepada-Mu jua kuserahkan diriku.
6
Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!
Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia
dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.
Syair: Uren, dagen, maanden, jaren, Rhijnvis Feith (1753-1824), terj. H. A. Pandopo, 1975/J.M. Malessy, 1983
Lagu: Jerman (Herrnhut), 1700


OK